Tertarik untuk Berhidproponik? Simak Panduan Menanam Tanaman Hidroponik Berikut Ini


Kamu tertarik untuk menanam tanaman secara hidroponik? Hidroponik sendiri memiliki arti bercocok tanam tanpa menggunakan tanah dan memanfaatkan air untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Hidroponik sangat mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas.

Kamu sudah mencari di berbagai website budidaya tanaman namun belum juga menemukan langkah yang tepat? Tenang aja, yuk langsung simak panduan menanam tanaman hidroponik berikut ini.

Siapkan Media Tanam
Sebelumnya kamu harus bisa memilih benih mana yang berkualitas bagus untuk kamu tanam, karena benih yang berkualitas tentu akan menentukan produktivitas tanamanmu nanti.

Lalu kamu bisa menyiapkan media tanam untuk persemaian dari campuran arang sekam dan serbuk sabut kelapa atau serbuk gergaji. Kamu juga bisa menggunakan rockwool atau pasir halus. Lalu media tanam akan berganti jika tanamanmu sudah dewasa, media tanamnya hampir sama, yaitu arang sekam, pasir yang sedikit kasar, atau rockwool.

Teknik Menyemai
Jika kamu memilih untuk menanam tanaman dengan ukuran benih yang besar, alangkah baiknya benih direndam dalam air hangat selama 2 sampai 3 jam terlebih dahulu, baru bisa kamu tanam ke wadah semai. Cara menyemainya, letakkan secara horizontal dengan pinset 4 sampai 5 mm dibawah permukaan media semai.

Lalu jika kamu menggunakan benih berukuran kecil, kamu bisa meletakkan benih yang sudah dicampur dengan pasir kering lalu diaduk. Setelah itu, siapkan wadah semai dengan ketebalan media semai sekitar 5 sampai 7 cm.

Campuran pasir dan benih tadi, kamu tebarkan diatas permukaan media semai, setelah itu timbun dengan media semai tipis-tipis saja, sekitar 3 sampai 5 mm. Jika sudah, tutuplah permukaan wadah semai dengan tisu yang telah kamu basahi sebelumnya dengan handsprayer. Jika benih mulai tumbuh kecambah, tisu tadi bisa kamu buang.

Saatnya Transplanting (Pindah Tanam)
Untuk benih berukuran besar, kamu bisa melakukan transplanting bibit saat tanamanmu berukuran 12 sampai 15 cm, dan berumur kira-kira 28 sampai 30 hari setelah kamu menyemai.
Pada bibit berukuran kecil, kamu bisa memindahnya saat tinggi tanaman kurang lebih 2 sampai 3 cm, berumur 15 sampai 17 hari. Cara memindahnya harus berhati-hati ya! Cabut kecambah dari wadah semai dengan tangan supaya akar tidak rusak, lalu tanam di lubang tanam yang telah kamu siapkan pada polybag atau pot.

Merawat Tanamanmu
Perlu diperhatikan, kamu harus selalu menyirami secara rutin apabila media tanam terasa kering. Cara merawatnya pun kamu harus rajin untuk memangkas cabang yang tidak terpakai. Selain itu kamu bisa menyemprotkan pestisida guna mencegah tanamanmu terkena penyakit dan hama.

Inilah Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Berhidroponik
Perhatikan dan jangan lakukan kesalahan-kesalahan ini! Terlalu banyak menyemai benih, ingin mencoba menanam semua jenis tanaman, tidak rutin menyiram benih, tidak memperhitungkan jadwal tanam, dan juga menaruh benih semaian di tempat yang minim sinar matahari.

Itu tadi panduan menanam tanaman hidroponik yang bisa kamu coba dirumah. Ternyata dengan menanam pohon, kamu berkontribusi dalam menyelamatkan bumi lho! Yuk tanam pohon sekarang juga!
Previous
Next Post »
Comments


EmoticonEmoticon