Skip to main content

Mimpi Gue Jadi YouTuber

4 April 2017 gue bikin channel YouTube isinya tutorial tentang blog. Niat gue awalnya mau bikin channel review gadget seperti GadgetIn, tapi apa daya belum terwujud juga. Daripada ga ada action sama sekali, akhirnya gue bikin video tutorial tentang blog.

Gue bukan tipe orang yang lancar berbicara dan masih malu-malu untuk tampil di depan kamera. Padahal tampang gue ga jelek-jelek amat, malah lumayan ganteng.

Kalau gue lewat di depan mbak-mbak di desa ini, mereka pasti melirik gue. Ya gimana ga melirik, jam 10 pagi gue jalan ke warung beli sabun mandi, serius jam 10 pagi kadang gue belum mandi.

Padahal pria dewasa lainnya di jam yang sama lagi nebang pohon, jualan sayur, ngangkat karung beras, mangkal di pertigaan, dan sebagainya. Gue dengan asyiknya keliaran hahaha. Mungkin di benak mereka, ini orang gila atau pengangguran ya.

Saking niatnya bikin channel, gue beli microphone Rode VideoMic Me seharga Rp 750.000! Soalnya kata para pakar YouTube, kualitas audio yang jernih itu penting.

Sekarang artis aja punya channel YouTube, potensinya memang besar bro! Apalagi mereka udah terkenal, gampang lah cari subscriber. Kalau gue? Hari ini 10 orang subscribe, besok lusa 15 orang unsubscribe. Miris.


Kerja keras pasti membuahkan hasil, entah itu buruk atau baik. Gue akhirnya dapat bayaran pertama dari YouTube bulan November 2018. Seneng banget rasanya, ternyata dapat uang dari YouTube itu bener adanya, gue kira cuma di negeri dongeng.

Jumlahnya lumayan untuk makan nasi padang pake rendang 2 kali sehari selama sebulan, walaupun kenyataannya malah untuk bayar kontrakan dan gue berakhir makan indomie rendang.

Gue mengambil topik yang kurang disukai rakyat Indonesia, tutorial tentang blog. Ya wajar kalau subscriber gue stuck di angka 4.000 dan penghasilannya cuma cukup untuk bayar internet bulanan, walaupun begitu gue harus tetap bersyukur.

Ga tau gimana nasib channel YouTube gue ini, gue bingung mau bikin konten apa. Soalnya bikin video itu lebih ribet daripada nulis blog. Eksekusinya juga panjang dari proses ide sampai renderingnya.


Channelnya YouTube gue alamatnya www.youtube.com/teknologi, siapa tau suara gue bisa jadi obat konstipasi hehe.

Comments

Artikel Ga Jelas Lainnya

Meja Kerja Djangkies

Entri pertama blog ini akan membahas tentang meja kerja gue. Meja kerja ini spesial karena pemberian bapak mertua gue. Spesial karena punya dua fungsi, meja kerja dan meja setrika hehee.


1. MacBook Pro 13 Mid-2010
Ini laptop jadoel sekali, prosesornya Core 2 Duo dan RAM 4 GB. Tapi walaupun begitu masih layak untuk dipakai kerja. Gue masih bisa tetap waras saat pakai MacBook Pro ini dibandingkan komputer rakitan gue 2 tahun lalu yang pakai Ubuntu atau Windows, padahal di atas kertas spesifikasinya di atas MacBook Pro ini.

Ya, dua sistem operasi itu sering banget bermasalah. Entah karena gue yang sekolah SMA ga tamat atau mungkin juga karena Windowsnya bajakan jadi ga berkah. Tapi yang pasti gue cocok sama apel kroak ini.

Di bawahnya ada laptop cooler untuk mendinginkan suhu laptop yang sering demam. MacBook Pro ini berbahan alumunium jadi cepat panas, selain itu juga posisi ngetiknya menurut gue jadi lebih nyaman karena lebih tinggi.

2. Setrika Philips Diva
Setrika ini gue beli pakai vou…

Kenapa Gue Pilih Blogspot?

Khusus djangkies.net ini gue memang sengaja pilih Blogspot. Layanan blogger dari Google yang disediakan secara gratis tis. Sama sekali ga ada opsi berbayar, beda sama tetangga sebelah yang mau pakai domain sendiri harus bayar, adanya iklan lagi.


Beberapa hal yang gue suka dari Blogspot adalah berikut ini:

1. Aman
Sama seperti layanan Google lainnya, Blogger.com ini menggunakan servernya Google. Jelas lebih aman daripada hosting lokal seharga nasi padang yang rentan deface. Saran gue untuk yang baru belajar ngeblog, pakailah Blogger.com, selain hemat juga aman.

Terlalu sering terjadi pengalaman buruk ketika pakai hosting lokal. Itulah kenapa gue ga pernah tertarik sama promo hosting lokal, mau gratis domain, gratis teh botol, gue ga peduli.

2. Ngebut Bro!
Ya tergantung template yang dipakai juga sih. Tapi rata-rata blognya Blogger.com itu aksesnya cepat dan jarang down. Gimana ga ngebut, servernya dikelola Google dan mereka pakai custom web server bukan Apache atau Nginx, ga tau apa nama…

Power Bank UNEED CompactBox 10.000 mAh

Power bank ini gue beli seharga Rp 159.000 di official store UNEED. Seperti biasa semua paket selalu gue kirim ke alamat rumah ibu gue di Purwokerto. Tarifnya lebih murah daripada langsung dikirim ke rumah gue, selain itu juga lebih cepat sampainya.


Seperti biasa, gue selalu kurang kerjaan dengan melewati rute baru yang belum pernah gue lewati. Efeknya, waktu tempuh yang seharusnya sekitar 1,5 jam bisa sampai 2 jam lebih. Maklum, lagi ga ada kerjaan hehe.



Kecil tapi Tebal
Power bank berkapasitas besar biasanya mempunyai ukuran besar atau lebar, tapi sesuai namanya CompactBox ini justru kecil tapi tebal. Bobotnya juga masih wajar, ga berat-berat amat.



Dual Output
CompactBox berkapasitas 10.000 mAh ini punya dua output jadi bisa digunakan untuk mengisi daya 2 perangkat sekaligus. Sesuai lah sama kapasitasnya 10.000 mAh dan memang ini pertimbangan gue ketika membeli UNEED CompactBox, kapasitas besar & dual-output.

Tanpa Kabel Lightning atau Adapter
Di kotaknya cuma ada kabel USB biasa j…