Skip to main content

Menebus BPKB

Setelah diawali dengan drama kode TFA error, gue harus menyelesaikan sebuah misi untuk hari ini: Menebus BPKB. Gue berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu karena mengejar waktu, si pemberi pinjaman ini orang sibuk, dan kalau ga janjian dulu susah ketemunya.

Kali ini gue mengambil rute jalan yang berbeda dari biasanya. Gue lewat jalan favorit yang selalu sepi. Ya walaupun akhirnya jarak tempuh jadi lebih jauh tapi perjalanannya bisa santai karena tidak ada kendaraan besar.



Beberapa tahun lalu jalan ini seperti medan off-road, tapi sekarang sudah diaspal dan mulus. Gue sempat mengira jalan ini ga bakalan diaspal karena jalanan ini sepi dan bukan jalur alternatif, eh ternyata diaspal juga. Good job!

Kelaparan
Sesampainya di kota Purwokerto, gue merasa sangat lapar. Di Purbalingga sebenarnya gue udah niatin dari rumah mau makan siomay bandung yang biasa mangkal deket alun-alun. Ternyata hari itu ga jualan dan gue terusin aja jalan sampai Purwokerto.


Disini gue kangen sama ketoprak yang jadi langganan gue ketika tinggal di Purwokerto. Ga pake lama gue pesan 2 piring sekaligus. Si bapaknya sempat nanya, "Ini 1 lagi nunggu temannya?". Gue jawab sambil tersenyum, "Oh ngga pak, ini mau saya makan semua."


Setelah kenyang, gue melanjutkan perjalanan sesuai tujuan awal. Si peminjam ini orangnya baik banget, gue telat 1 bulan ga dikejar-kejar malah katanya santai aja, ga ada denda, ga ada riba (bunga). Malah gue minta top-up (baca: ngutang lagi) 2 hari di acc, hahaha dasar tukang ngutang.

Gue kenal orang ini di pengajian, dia punya bisnis kuliner yang terkenal di Purwokerto dan ternyata orangnya baik hati, padahal siapa gue tiba-tiba ngutang. Sebaik apa pun orangnya tentu gue ga manfaatin, secepat mungkin gue lunasi utang itu.

Quest Completed!

Alhamdulillah, misi hari ini berhasil tanpa ada halangan dan gue disambut guyuran hujan lebat sepanjang jalan Purbalingga - Banjarnegara.


Comments

Artikel Ga Jelas Lainnya

Meja Kerja Djangkies

Entri pertama blog ini akan membahas tentang meja kerja gue. Meja kerja ini spesial karena pemberian bapak mertua gue. Spesial karena punya dua fungsi, meja kerja dan meja setrika hehee.


1. MacBook Pro 13 Mid-2010
Ini laptop jadoel sekali, prosesornya Core 2 Duo dan RAM 4 GB. Tapi walaupun begitu masih layak untuk dipakai kerja. Gue masih bisa tetap waras saat pakai MacBook Pro ini dibandingkan komputer rakitan gue 2 tahun lalu yang pakai Ubuntu atau Windows, padahal di atas kertas spesifikasinya di atas MacBook Pro ini.

Ya, dua sistem operasi itu sering banget bermasalah. Entah karena gue yang sekolah SMA ga tamat atau mungkin juga karena Windowsnya bajakan jadi ga berkah. Tapi yang pasti gue cocok sama apel kroak ini.

Di bawahnya ada laptop cooler untuk mendinginkan suhu laptop yang sering demam. MacBook Pro ini berbahan alumunium jadi cepat panas, selain itu juga posisi ngetiknya menurut gue jadi lebih nyaman karena lebih tinggi.

2. Setrika Philips Diva
Setrika ini gue beli pakai vou…

Kenapa Gue Pilih Blogspot?

Khusus djangkies.net ini gue memang sengaja pilih Blogspot. Layanan blogger dari Google yang disediakan secara gratis tis. Sama sekali ga ada opsi berbayar, beda sama tetangga sebelah yang mau pakai domain sendiri harus bayar, adanya iklan lagi.


Beberapa hal yang gue suka dari Blogspot adalah berikut ini:

1. Aman
Sama seperti layanan Google lainnya, Blogger.com ini menggunakan servernya Google. Jelas lebih aman daripada hosting lokal seharga nasi padang yang rentan deface. Saran gue untuk yang baru belajar ngeblog, pakailah Blogger.com, selain hemat juga aman.

Terlalu sering terjadi pengalaman buruk ketika pakai hosting lokal. Itulah kenapa gue ga pernah tertarik sama promo hosting lokal, mau gratis domain, gratis teh botol, gue ga peduli.

2. Ngebut Bro!
Ya tergantung template yang dipakai juga sih. Tapi rata-rata blognya Blogger.com itu aksesnya cepat dan jarang down. Gimana ga ngebut, servernya dikelola Google dan mereka pakai custom web server bukan Apache atau Nginx, ga tau apa nama…

Power Bank UNEED CompactBox 10.000 mAh

Power bank ini gue beli seharga Rp 159.000 di official store UNEED. Seperti biasa semua paket selalu gue kirim ke alamat rumah ibu gue di Purwokerto. Tarifnya lebih murah daripada langsung dikirim ke rumah gue, selain itu juga lebih cepat sampainya.


Seperti biasa, gue selalu kurang kerjaan dengan melewati rute baru yang belum pernah gue lewati. Efeknya, waktu tempuh yang seharusnya sekitar 1,5 jam bisa sampai 2 jam lebih. Maklum, lagi ga ada kerjaan hehe.



Kecil tapi Tebal
Power bank berkapasitas besar biasanya mempunyai ukuran besar atau lebar, tapi sesuai namanya CompactBox ini justru kecil tapi tebal. Bobotnya juga masih wajar, ga berat-berat amat.



Dual Output
CompactBox berkapasitas 10.000 mAh ini punya dua output jadi bisa digunakan untuk mengisi daya 2 perangkat sekaligus. Sesuai lah sama kapasitasnya 10.000 mAh dan memang ini pertimbangan gue ketika membeli UNEED CompactBox, kapasitas besar & dual-output.

Tanpa Kabel Lightning atau Adapter
Di kotaknya cuma ada kabel USB biasa j…