Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2019

Power Bank UNEED CompactBox 10.000 mAh

Power bank ini gue beli seharga Rp 159.000 di official store UNEED. Seperti biasa semua paket selalu gue kirim ke alamat rumah ibu gue di Purwokerto. Tarifnya lebih murah daripada langsung dikirim ke rumah gue, selain itu juga lebih cepat sampainya.


Seperti biasa, gue selalu kurang kerjaan dengan melewati rute baru yang belum pernah gue lewati. Efeknya, waktu tempuh yang seharusnya sekitar 1,5 jam bisa sampai 2 jam lebih. Maklum, lagi ga ada kerjaan hehe.



Kecil tapi Tebal
Power bank berkapasitas besar biasanya mempunyai ukuran besar atau lebar, tapi sesuai namanya CompactBox ini justru kecil tapi tebal. Bobotnya juga masih wajar, ga berat-berat amat.



Dual Output
CompactBox berkapasitas 10.000 mAh ini punya dua output jadi bisa digunakan untuk mengisi daya 2 perangkat sekaligus. Sesuai lah sama kapasitasnya 10.000 mAh dan memang ini pertimbangan gue ketika membeli UNEED CompactBox, kapasitas besar & dual-output.

Tanpa Kabel Lightning atau Adapter
Di kotaknya cuma ada kabel USB biasa j…

Gue Menemukan Penyebab TFA Error

Ga bisa login di akun penting seperti email itu sangat menegangkan. Kejadian ini baru gue sadari setelah mau login di laptop dan gue harus memasukkan kode TFA yang selalu invalid.

Berulang kali gue coba tetap gagal.

Gue cek pengaturan tanggal udah auto dan Google Authenticator juga udah sync sama waktunya Google. Nah lho terus apa masalahnya?

Waktu itu gue menyalahkan Zoho, hehe sok tau banget ya. Hari ini setelah otak gue dingin, gue baru sadar ternyata kesalahan di pihak gue.

Sumber Masalah
Aplikasi Google Authenticator sebelumnya ada di Samsung Galaxy J5, nah gue mau pindahin itu semua ke iPhone 5S biar ga ribet. Ketika upgrade ke iOS 12 gue pilih opsi fresh install di iTunes (kalau ga salah) yang efeknya data di iPhone hilang semua.

Hal ini gue sadari setelah mencoba kode TFA di website yang belum gue setup di iPhone dan kodenya valid dan bisa login.

Berarti kode TFA di Google Authenticator iPhone gue itu yang valid tapi sayangnya Google Authenticator terhapus. Sedangkan kode TFA d…

Gue Ikut Serta Pemilu 2019

Sudah dua hari ini gue dibikin ribet sama TFA (Two Factor Authentication). Yang pertama, Zoho Mail gue ga bisa akses gara-gara kode TFA invalid terus. Hari ini juga terjadi hal yang sama. Gmail gue error karena record MX-nya kosong dan untuk edit DNS itu gue harus login ke Cloudflare yang kodenya selalu invalid.

Karena kejadian ini gue baru berangkat ke Purwokerto jam 8 pagi, padahal niatnya jam 7.30 biar ga kesiangan. Begitulah, manusia hanya bisa merencanakan dan gue sampai di Purwokerto jam 9.15. Khusus perjalanan ini gue lewat jalur yang disarankan Google Maps karna lebih pendek dan cepat.

Karena antrinya kesiangan, gue harus nunggu lumayan lama dan tempat tunggunya panas (gue lupa foto, soalnya ada tulisan dilarang mengambil foto). Akhirnya tiba giliran gue untuk nyoblos dan yaa gue pilih sesuai pertimbangan pribadi, dan untuk calegnya gue blas ga kenal prestasi mereka apa, jadi gue asal aja nyoblosnya hehe.


Gmail Custom Error, Ternyata Belum Setting MX Records

Selain pakai Zoho Mail gue juga pake Gmail dengan custom domain. Sewaktu cek Gmail gue heran kenapa ga pernah ada email masuk sejak tanggal 14 Maret. Biasanya ada email tentang akun YouTube gue kalau ada yang komentar atau subscribe.

Gue cek recordsnya ternyata MX kosong, pantesan ga pernah ada email masuk. Ternyata sewaktu pindah server gue lupa masukin MX records, akibatnya email error ga bisa terima dan kirim email.

Masalahnya belum selesai sampai disitu, domain yang gue pake untuk custom domain Gmail itu setting DNS-nya di Cloudflare. Untuk menambah masalah, kode TFA (Two Factor Authentication) di Google Authenticator gue ternyata invalid. Perfect!

Gue ga bisa login di Cloudflare untuk tambah records MX! Gue tau diri, akun gue di Cloudflare itu Free Account, kecil kemungkinan email gue direspon sama Cloudflare untuk minta bantuan disable atau reset TFA.

Solusinya adalah pakai DNS Hosting lain. Sebenarnya sih bisa aja gue pake DNS di registrar domainnya, tapi gue ga suka sama inter…

Menebus BPKB

Setelah diawali dengan drama kode TFA error, gue harus menyelesaikan sebuah misi untuk hari ini: Menebus BPKB. Gue berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu karena mengejar waktu, si pemberi pinjaman ini orang sibuk, dan kalau ga janjian dulu susah ketemunya.

Kali ini gue mengambil rute jalan yang berbeda dari biasanya. Gue lewat jalan favorit yang selalu sepi. Ya walaupun akhirnya jarak tempuh jadi lebih jauh tapi perjalanannya bisa santai karena tidak ada kendaraan besar.



Beberapa tahun lalu jalan ini seperti medan off-road, tapi sekarang sudah diaspal dan mulus. Gue sempat mengira jalan ini ga bakalan diaspal karena jalanan ini sepi dan bukan jalur alternatif, eh ternyata diaspal juga. Good job!

Kelaparan
Sesampainya di kota Purwokerto, gue merasa sangat lapar. Di Purbalingga sebenarnya gue udah niatin dari rumah mau makan siomay bandung yang biasa mangkal deket alun-alun. Ternyata hari itu ga jualan dan gue terusin aja jalan sampai Purwokerto.


Disini gue kangen sama ketoprak yang jad…

Ketika TFA Bermasalah

Hari ini terjadi hal yang ngga gue duga sebelumnya. Email kerjaan gue di Zoho Mail ga bisa diakses karena kode TFA (Two Factor Authentication) yang gue masukin selalu salah.

Entah siapa yang salah, hp gue yang terinstall Google Authenticator sudah online, waktunya juga auto sync. Dan sebelumnya ga pernah ada masalah ketika masukin kode TFA.

Beruntung gue nyimpen kode backup di textedit, kalau ngga, bakal ribet nih urusan. Akhirnya gue disable aja lah TFA daripada ngerepotin kayak gini.

Gue ga tau apa penyebabnya, aplikasi Google Authenticator up to date kok. Pengaturan waktu juga auto dan udah gue sync juga di aplikasinya. Tapi entah kenapa selalu invalid verification code.

Ini tampilan yang seharusnya terlihat ketika login, bukan notifikasi error yang bikin deg-degan.






Tes Kekuatan Password ala Anak 4L4Y

Hari ini gue lagi ga banyak kerjaan. Dasar pecandu internet, ga ada kerjaan ya tetap aja browsing internet ga jelas kesana kemari. Sampai akhirnya gue buka website: https://password.kaspersky.com

Itu adalah website untuk mengecek seberapa kuat sebuah password. Alhamdulillah, sampai sekarang gue belum pernah kena hack karena password yang lemah. Soalnya gue selalu pakai password generator yang menghasilkan karakter acak seperti ini: jf8(+34~e?

Praktis sih pakai password generator, tapi di sisi lain gue jadi ribet kalau harus masukin password secara manual. Misalnya ketika mau login dropbox di hp, gue harus repot buka laptop untuk liat passwordnya.

Password yang aman itu terdiri dari kombinasi karakter, angka, tanda baca. Seketika gue teringat istilah alay, itu lho tulisan yang dicampur aduk angka dan huruf. Ternyata semua hal di dunia ini ada hikmahnya bro, tergantung darimana sudut pandang kita.

Misalnya password: 9u3c1nt4l0354mPaim4ti!
Password ini menurut Kaspersky bisa dibobol seca…

Pemilu 2019 dan Politik Uang

2 hari menjelang pemilu. Selama ini gue sering denger tentang politik uang, dan kira hal itu sudah ga ada. Di desa gue tinggal ternyata beberapa warganya masih bisa dibeli suaranya. Ya ga semuanya sih, tapi yang bikin gue sedih itu yang nerima uang itu keluarga gue sendiri.

Istri gue udah nasehatin mereka kalau bisa jangan diterima uangnya, tapi mereka ga peduli. Padahal uangnya ga seberapa, Rp 50.000 per orang. Kalau gue kalkulasi, itu berarti suara mereka dibeli seharga Rp 27 per hari. So cheap man!

Gue juga butuh uang, dan Rp 50.000 buat gue lumayan tuh buat makan nasi padang sekeluarga. Tapi gue ga serendah itu. Kecuali kalau dibayar US$ 1.000.000.000.000 mungkin gue masih pikir-pikir. Kayaknya sih, hampir mustahil bin impossible ada orang kasih uang suap sebesar itu.

Gue cuma bisa berdoa semoga Allah memberikan pemimpin yang amanah untuk Indonesia. Karena belum pindah KTP gue harus nyoblos di TPS tempat tinggal sebelumnya, jaraknya lumayan jauh sekitar 2 jam perjalanan naik motor…

Mimpi Gue Jadi YouTuber

4 April 2017 gue bikin channel YouTube isinya tutorial tentang blog. Niat gue awalnya mau bikin channel review gadget seperti GadgetIn, tapi apa daya belum terwujud juga. Daripada ga ada action sama sekali, akhirnya gue bikin video tutorial tentang blog.

Gue bukan tipe orang yang lancar berbicara dan masih malu-malu untuk tampil di depan kamera. Padahal tampang gue ga jelek-jelek amat, malah lumayan ganteng.

Kalau gue lewat di depan mbak-mbak di desa ini, mereka pasti melirik gue. Ya gimana ga melirik, jam 10 pagi gue jalan ke warung beli sabun mandi, serius jam 10 pagi kadang gue belum mandi.

Padahal pria dewasa lainnya di jam yang sama lagi nebang pohon, jualan sayur, ngangkat karung beras, mangkal di pertigaan, dan sebagainya. Gue dengan asyiknya keliaran hahaha. Mungkin di benak mereka, ini orang gila atau pengangguran ya.

Saking niatnya bikin channel, gue beli microphone Rode VideoMic Me seharga Rp 750.000! Soalnya kata para pakar YouTube, kualitas audio yang jernih itu penting.

Gurihnya Jualan Backlink di RajaBacklink

Gue tulis ulasan ini dalam keadaan sadar tanpa pengaruh alkohol 70% yang biasa ada di meja kerja gue. Gue merasa RajaBacklink.com ini punya kelebihan dari brokerbacklink lain.

Ada kelebihan pasti ada kekurangan, gue akan bahas kelebihannya aja soalnya gue belum nemu kekurangannya apa.

Cara kerjanya sederhana, daftarkan blog yang kita punya dan tunggu sampai ada orang yang mau beli backlink di blog tersebut. Gue sendiri ada 5 blog di RajaBacklink.

Kerennya nih, bakalan ada notifikasi lewat SMS kalau ada yang pesan backlink. Setelah itu loe bisa pilih mau diterima atau tolak ordernya. Gue pernah sekali nolak order soalnya pas gue cek ternyata website judi. Padahal gue udah seneng banget ada 2 sms, berarti ada 2 order.


Setelah itu loe harus bikin artikel minimal 300 kata dengan menyisipkan link yang diminta pemesan. Yap, sesederhana itu cara kerjanya. Oiya dari tarif yang tertera itu 30% untuk RajaBacklink, jadi kalau tarif blognya Rp 100.000 maka gue terima bersih Rp 70.000.

1. Pembayara…

Kabel Data Vivan Lightning

Kemarin gue cari kabel data untuk menggantikan kabel data lama yang tidak layak pakai. Ga pakai lama gue langsung meluncur ke toko komputer yang cukup terkenal, kantor pusatnya di Jogja. Sengaja ga gue sebut karena gue ga dibayar hehe, ga ada yang gratis bro. Ga perlu gue sebut juga toko itu udah terkenal.

Sebelumnya gue beli kabel data cuma dibungkus kemasan plastik biasa. Tapi kabel data yang gue beli ini merk Vivan seharga Rp 25.000, cukup unik kemasannya. Kabel data sepanjang 1 meter ini disimpan di sebuah tabung dengan tutup botol ulir. Unik sih, coba cuma kemasan plastik biasa mungkin harganya cuma Rp 20.000 atau mungkin kurang.


Lumayan kan selisih Rp 5.000 bisa dapat perkedel di rumah makan padang. Serius, Rp 5.000 berharga buat gue. Kabel datanya berbentuk pipih seperti kwetiau, sayang warnanya biru jadi kurang match sama iPhone silver gue. Tapi yang paling penting sih bisa dipakai ngecas dan transfer data ke laptop.



Plastik tabungnya lumayan tebal, diinjak kucing ga bakalan p…

Kenapa Gue Pilih Blogspot?

Khusus djangkies.net ini gue memang sengaja pilih Blogspot. Layanan blogger dari Google yang disediakan secara gratis tis. Sama sekali ga ada opsi berbayar, beda sama tetangga sebelah yang mau pakai domain sendiri harus bayar, adanya iklan lagi.


Beberapa hal yang gue suka dari Blogspot adalah berikut ini:

1. Aman
Sama seperti layanan Google lainnya, Blogger.com ini menggunakan servernya Google. Jelas lebih aman daripada hosting lokal seharga nasi padang yang rentan deface. Saran gue untuk yang baru belajar ngeblog, pakailah Blogger.com, selain hemat juga aman.

Terlalu sering terjadi pengalaman buruk ketika pakai hosting lokal. Itulah kenapa gue ga pernah tertarik sama promo hosting lokal, mau gratis domain, gratis teh botol, gue ga peduli.

2. Ngebut Bro!
Ya tergantung template yang dipakai juga sih. Tapi rata-rata blognya Blogger.com itu aksesnya cepat dan jarang down. Gimana ga ngebut, servernya dikelola Google dan mereka pakai custom web server bukan Apache atau Nginx, ga tau apa nama…

Meja Kerja Djangkies

Entri pertama blog ini akan membahas tentang meja kerja gue. Meja kerja ini spesial karena pemberian bapak mertua gue. Spesial karena punya dua fungsi, meja kerja dan meja setrika hehee.


1. MacBook Pro 13 Mid-2010
Ini laptop jadoel sekali, prosesornya Core 2 Duo dan RAM 4 GB. Tapi walaupun begitu masih layak untuk dipakai kerja. Gue masih bisa tetap waras saat pakai MacBook Pro ini dibandingkan komputer rakitan gue 2 tahun lalu yang pakai Ubuntu atau Windows, padahal di atas kertas spesifikasinya di atas MacBook Pro ini.

Ya, dua sistem operasi itu sering banget bermasalah. Entah karena gue yang sekolah SMA ga tamat atau mungkin juga karena Windowsnya bajakan jadi ga berkah. Tapi yang pasti gue cocok sama apel kroak ini.

Di bawahnya ada laptop cooler untuk mendinginkan suhu laptop yang sering demam. MacBook Pro ini berbahan alumunium jadi cepat panas, selain itu juga posisi ngetiknya menurut gue jadi lebih nyaman karena lebih tinggi.

2. Setrika Philips Diva
Setrika ini gue beli pakai vou…